Jumat, 14 Desember 2012

Jangan Facebookan Sementara Imam Berkhutbah



Adalah sering, bahkan seolah menjadi ritual bagi bilal pada hari jum’at untuk membaca Hadist Nabi Saw.  dalam  lafadz aslinya ( Bahasa Arab ) dan atau ditambah terjemahannya , “ Apabila engkau mengingatkan  saudaramu pada hari Jum’at, ‘diamlah!’  di saat  imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia. 

Kebanyakan Ulama’ mengartikan bahwa itu adalah dasar larangan bicara pada saat Imam berkhutbah. Bahkan lebih tegas lagi , sebagai perintah untuk konsentrasi  ( komunikasi satu arah ) mendengarkan khutbah jum’at , dan larangan untuk tidak melakukan komunikasi  dengan selainnya, walau sifatnya baik ( misalnya : mengingatkan temannya dengan isyarat  ” ssssttt… “  agar diam, tidak berisik ).

Mungkin tidak sedikit diantara Jamaah jum’at yang sering mengabaikan atau tidak faham dengan peringatan tersebut.  Bisa jadi hal ini karena para bilal membacanya dengan lafadz Arabnya saja sehingga jamaah tidak tahu maksudnya, atau juga karena sebatas bacaan ritual aja sehingga kurang mendapat perhatian penuh dari para jamaah.

Bahkan pada  hadist yang lain disampaikan,  bahwa sekedar tangannya bermain-main kerikil  atau semacam memutar tasbih saat imam berkhutbah adalah juga di katakana sia-sia jum’atannya.

Hal ini menjadi Ini penting bagi pengurus / pengelola masjid , para mubaligh dan juga kita semua untuk mengefektifkan tersampainya peringatan  tersebut . Bila tidak, maka sebagian para  jamaah ini akan mendapatkan kesia-siaan / batal  nilai pahalanya / tidak ada jum’atan baginya.

Betapa fenomena jum’atan yang pernah kita jumpai , sambil mendengarkan khutbah ngobrol dengan temannya, asyik konsentrasi dengan dzikirnya sendiri, menggeser dan mengisi  kotak  infaq, duduk-duduk ditempat yang jauh tidak mendengarkan khutbah, tidak konsentrasi mendengarkan khutbah dan asyik  bermain internet dan facebook lewat  HP.
Siapapun kita akan ikut berdosa bila melakukan pembiaran dengan aktivitas menyimpang tersebut, atau bahkan justru turut menciptakan kondisi  atau berkontribusi pada aktivitas menyimpang tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar