Adalah sering, bahkan seolah menjadi ritual bagi bilal pada
hari jum’at untuk membaca Hadist Nabi Saw.
dalam lafadz aslinya ( Bahasa
Arab ) dan atau ditambah terjemahannya , “ Apabila
engkau mengingatkan saudaramu pada hari
Jum’at, ‘diamlah!’ di saat imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau
telah berbuat sia-sia.”
Kebanyakan Ulama’ mengartikan bahwa itu adalah dasar
larangan bicara pada saat Imam berkhutbah. Bahkan lebih tegas lagi , sebagai
perintah untuk konsentrasi ( komunikasi
satu arah ) mendengarkan khutbah jum’at , dan larangan untuk tidak melakukan
komunikasi dengan selainnya, walau
sifatnya baik ( misalnya : mengingatkan temannya dengan isyarat ” ssssttt… “ agar diam, tidak berisik ).
Mungkin tidak sedikit diantara Jamaah jum’at yang sering
mengabaikan atau tidak faham dengan peringatan tersebut. Bisa jadi hal ini karena para bilal membacanya
dengan lafadz Arabnya saja sehingga jamaah tidak tahu maksudnya, atau juga
karena sebatas bacaan ritual aja sehingga kurang mendapat perhatian penuh dari
para jamaah.
Bahkan pada hadist
yang lain disampaikan, bahwa sekedar
tangannya bermain-main kerikil atau
semacam memutar tasbih saat imam berkhutbah adalah juga di katakana sia-sia jum’atannya.
Hal ini menjadi Ini penting bagi pengurus / pengelola masjid
, para mubaligh dan juga kita semua untuk mengefektifkan tersampainya peringatan
tersebut . Bila tidak, maka sebagian
para jamaah ini akan mendapatkan
kesia-siaan / batal nilai pahalanya /
tidak ada jum’atan baginya.
Betapa fenomena jum’atan yang pernah kita jumpai , sambil
mendengarkan khutbah ngobrol dengan temannya, asyik konsentrasi dengan
dzikirnya sendiri, menggeser dan mengisi
kotak infaq, duduk-duduk ditempat
yang jauh tidak mendengarkan khutbah, tidak konsentrasi mendengarkan khutbah
dan asyik bermain internet dan facebook
lewat HP.
Siapapun kita akan ikut berdosa bila melakukan pembiaran
dengan aktivitas menyimpang tersebut, atau bahkan justru turut menciptakan kondisi atau berkontribusi pada aktivitas menyimpang
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar